Pohon tumbang kembali terjadi di Kecamatan Stabat saat hujan dengan intensitas mengguyur wilayah tersebut pada Kamis, 4 Juni 2026 malam. Peristiwa itu memicu kekhawatiran warga, sebab hanya berselang sehari, setelah pohon tumbang menimpa sebuah mobil di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Perdamaian.
Warga mengingatkan pemerintah agar segera melakukan penanganan terhadap pohon-pohon tua yang berada di sepanjang jalan utama Kota Stabat. Mereka menilai kejadian berulang itu menunjukkan perlunya langkah antisipasi yang lebih serius.
Sebelumnya, pada Rabu, 3 Juni 2026 malam, sebuah pohon patah dan menimpa minibus Daihatsu Terios BK 1065 QC, tepatnya di sekitar kawasan Kelurahan Perdamaian. Mobil mengalami kerusakan di bagian body, beruntung sopir dan penumpangnya selamat.
Warga menyebut kejadian pohon tumbang di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa waktu terakhir, sedikitnya tiga insiden serupa terjadi di lokasi yang berdekatan.
Sebab itu, mereka kembali mendesak Pemerintah Daerah untuk segera memangkas pohon-pohon yang dinilai berpotensi membahayakan masyarakat.
“Sudah berulang kali pohon tumbang di kawasan ini. Kemarin mobil tertimpa, sekarang tumbang lagi. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak,” ujar Riswan, warga Stabat.
Ia mengaku khawatir setiap kali hujan disertai angin melanda kawasan Stabat. Menurutnya, banyak pohon besar di pinggir jalan yang kondisinya sudah tua dan membutuhkan perhatian khusus.
“Kami bukan meminta semua pohon ditebang. Kami hanya minta pohon-pohon yang sudah tua dan rawan tumbang segera dipangkas. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tambahnya.
Rangkaian kejadian dalam dua hari berturut-turut itu membuat sorotan publik mengarah pada upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah.
Warga berharap instansi terkait segera melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap pohon-pohon yang berpotensi tumbang, terutama di ruas jalan yang padat dilalui kendaraan.
Mereka menegaskan bahwa kejadian berulang tersebut harus menjadi peringatan serius agar tidak menimbulkan korban pada masa mendatang.







