Aroma tak sedap di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat mulai mencuat. Sejumlah rekanan proyek di dinas tersebut disebut-sebut telah menyerahkan “panjar” hingga ratusan juta rupiah.
Uang yang diduga sebagai pelicin proyek itu disebut telah disetorkan kepada mantan Kepala Dinas Pendidikan Langkat berinisial IB beberapa waktu lalu.
Informasi tersebut diterima awak media, menyusul adanya aksi protes rekanan di instansi pendidikan dan Kantor Bupati Langkat, Jum’at 2 Oktober 2026 pagi.
Dimana, aksi itu terkait proyek yang sudah habis dibagikan kepada beberapa rekanan lainnya.
“Rekanan demo untuk mempertanyakan proyek di Disdik Langkat yang kabarnya sudah habis dibagikan. Yang jelas karena mereka tidak dapat kerjaan tahun ini,” beber narasumber sembari meminta identitasnya tidak dipublikasi.
Begitupun, lanjut narasumber, aksi itu juga diduga dipicu persoalan uang pelicin yang sudah disetorkan beberapa rekanan kepada IB. Sehingga, pembagian proyek di lingkungan Disdik Langkat menjadi carut marut.
Nominal uang pelicin pun diduga bervariasi. Mulai dari puluhan hingga ratusan juta untuk setiap rekanan. Tergantung dari besar pagu atau jumlah proyek yang akan dikerjakan.
“Ada yang sudah setor Rp500 juta, ada juga yang udah setor ratusan juta. Itu untuk pengganti judul-judul proyek. Waktu dia (IB) masih jadi kadis lah. Wajar juga kalau ada rekanan yang menagih proyek di Disdik Langkat. Tapi ada juga yang bilang kalau uang itu dipinjam IB untuk keperluannya,” ujar narasumber.
Narasumber berharap, agar hal ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum (APH) untuk ditindaklanjuti. Mengingat, nama IB juga terseret dalam kasus OTT Bupati Langkat Syah Afandin beberapa waktu lalu.
Sementara IB belum menjawab konfirmasi awak media yang dikirim ke nomor 08116101xxx WhatsApp miliknya. Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum membalas pesan tersebut.







