https://suarain.com/category/berita/
BERITA  

18 Tahun Tanggul Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Stungkit Kini Bernapas Lega

Iklan Pemilu

Setelah sekitar 18 tahun tidak mendapatkan perbaikan, tanggul Sungai Wampu di Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, akhirnya mendapat perhatian pemerintah.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,5 miliar untuk memperkuat tanggul yang selama ini menjadi salah satu titik rawan luapan sungai.

Pembangunan tersebut membawa harapan baru bagi masyarakat setempat. Pasalnya, luapan Sungai Wampu berpotensi mengancam sekitar 1.000 kepala keluarga (KK) serta 160 hektare lahan perkebunan milik masyarakat.

Pembangunan tanggul ini merupakan tindak lanjut atas usulan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, yang mendapat respons dari Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution.

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Tiorita bersama Bobby Nasution meninjau langsung lokasi pembangunan di Desa Stungkit, Selasa 3 November 2026.

Perkuatan tanggul direncanakan sepanjang 204 meter, berfokus pada bagian belokan sungai yang rawan mengalami kerusakan akibat derasnya arus air. Konstruksi menggunakan sheet pile baja sebagai penahan tekanan dan benturan arus sungai.

Pemprov Sumut menargetkan pekerjaan rampung paling lambat 25 Desember 2026. Pembangunan menjadi bagian dari upaya percepatan rekonstruksi pascabencana dan pengendalian banjir di Kabupaten Langkat.

Baca Juga  Adli Tama Sembiring Bertaziah Dikediaman Almarhum Adek Kandung H. Ngogesa Sitepu

Tiorita Apresiasi Gubernur

Tiorita menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara atas respons dan dukungan terhadap usulan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat diperlukan untuk mempercepat penanganan infrastruktur pascabencana sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia berharap pembangunan tanggul dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target sehingga mampu memberikan perlindungan bagi permukiman, lahan perkebunan, serta aktivitas perekonomian masyarakat dari ancaman banjir.

Sementara itu, Bobby Nasution mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Stungkit dalam mendukung pembangunan tanggul tersebut.

Bobby juga mengakui pembangunan itu tidak terlepas dari perhatian dan usulan Plt. Bupati Langkat yang terus menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Ia menegaskan bahwa pengerjaan tanggul akan terus dikawal hingga selesai, terutama pada bagian belokan sungai yang membutuhkan penguatan konstruksi khusus untuk menahan derasnya arus air.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga menyampaikan sejumlah aspirasi lainnya, di antaranya pembangunan jembatan penghubung untuk mempermudah akses dan mobilitas warga.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bobby menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Hal itu mengingat bentang sungai yang cukup lebar sehingga pembangunan jembatan membutuhkan kajian lebih lanjut.

Baca Juga  Saat Tanggap Darurat, Kalak BPBD Langkat Malah Bak Mode Pesawat

Selain infrastruktur, masyarakat turut menyampaikan keresahan mengenai peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Desa Stungkit.

Bobby menyatakan akan berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara agar persoalan tersebut mendapat perhatian dan tindak lanjut sesuai kewenangan.

Penantian Panjang Warga

Harapan masyarakat terhadap pembangunan tanggul itu tergambar dari ungkapan terima kasih yang disampaikan Supian (63) dan Sunarti (51), perwakilan warga Desa Stungkit.

Sunarti mengungkapkan bahwa tanggul di desa mereka sudah sekitar 18 tahun tidak mendapatkan perbaikan. Karena itu, pembangunan yang kini direalisasikan menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Ibu Plt. Bupati atas perhatian dan bantuan perbaikan tanggul di desa kami. Sudah 18 tahun tanggul ini tidak diperbaiki. Alhamdulillah, sekarang akhirnya bisa dibangun. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih,” ungkap Sunarti.

Pemkab Langkat berharap pembangunan tanggul yang dilaksanakan Pemprov Sumut tersebut selesai sesuai target. Agar mampu mengurangi risiko banjir, melindungi masyarakat, serta menjaga keberlangsungan perekonomian warga Desa Stungkit dan sekitarnya.

Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, penguatan tanggul Sungai Wampu menjadi harapan masyarakat agar kekhawatiran terhadap ancaman luapan sungai tidak lagi terus membayangi kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *