https://suarain.com/category/berita/
BERITA  

Vendor Alat Berat Mengaku Dimintai Uang oleh Kasat Reskrim Polres Langkat hingga Rp100 Juta

Iklan Pemilu

Seorang pengusaha penyedia jasa alat berat mengaku dimintai uang hingga Rp100 juta oleh Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Ghulam Yanuar Lutfi. Setelah operator alat berat miliknya diamankan Unit Tipidter terkait dugaan penggunaan BBM solar oplosan.

Menurut pengakuan narasumber, permintaan uang tersebut disampaikan setelah operator alat berat yang sedang bekerja di wilayah perkebunan sawit di Kecamatan Wampu, Langkat, diamankan. Sejumlah orang yang mengaku sebagai personel Unit Tipidter Polres Langkat pada awal September 2026.

“Kejadiannya beberapa hari yang lalu bg. Polisi dari Tipidter Polres Langkat datang dan mempertanyakan soal BBM solar alat berat. Kemudian operator langsung dibawa mereka ke Polres,” beber narasumber, Senin, 14 September 2026 sore.

Setelah operator alat berat dibawa, narasumber kemudian berupaya untuk menjelaskan terkait tudingan BBM tersebut. Saat itu, narasumber meminta bantuan rekannya untuk menemui AKP Ghulam di Mapolres Langkat.

“Sudah kami jelaskan persoalan BBM tersebut. Kasat Reskrim malah minta Rp100 juta, agar operator kami dibebaskan. Langsung kami tinggal lah dia,” ketus narasumber.

Baca Juga  Syah Afandin Dukung Penuh Deklarasi Desa Anti Maladministrasi

Tak hanya itu, narasumber juga mengaku kalau AKP Ghulam terkesan menekan mereka. Mantan Kasat Reskrim Polres Asahan itu, mengancam akan ‘menggulung’ kegiatan usaha narasumber.

“Akhirnya, dia (AKP Ghulam) minta tebusan Rp15 juta. Permintaannya itu kami abaikan saja. Terakhir, turun menjadi Rp10 juta dan kami penuhi. Urusan pun selesai dan operator kami juga dibebaskan,” ujarnya.

Dari informasi yang diterima redaksi, kejadian yang sama juga dialami vendor di PT Gergas Utama.

Operator alat berat yang bekerja di sana juga diamankan Unit Tipitder Polres Langkat atas tudingan serupa.

Operator alat berat kemudian dibebaskan, setelah adanya negosiasi dan vendor menyetor sejumlah uang. AKP Ghulam belum memberi keterangan terkait hal ini.

Hingga berita ini diterbitkan, pesan WhatsApp yang dikirim kepadanya belum dibalas yang bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *