Puluhan relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pantai Gemi di Dusun IV Singlar, Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Langkat mengeluh. Gaji mereka mulai 27 April 2026 hingga 1 Mei 2026, hingga kini belum dibayarkan.
Mulai dari bagian cuci ompreng, pemorsian, juru masak hingga kebersihan mengalami nasib yang sama. Saat ditanya kepada Kepala SPPG, mereka hanya disuruh untuk bersabar tanpa ada kepastian.
Keluh kesah ini kemudian disampaikan para relawan kepada awak media. Mereka sangat berharap, agar gaji mereka yang tertunda bisa segera dibayar. Mengingat, upah kerja itu sangat dibutuhkan untuk nafkah dan keperluan rumah tangga mereka.
“Seminggu itu 6 hari kami kerja. Sampai sekarang belum juga dibayar gaji kami. Setiap kami tanyakan sama Kepala SPPG, jawabannya cuma disuruh sabar. Dah berapa bulan ini gak dibayar-bayar,” beber narasumber, Sabtu, 1 Agustus 2026 sore, sembari meminta agar identitasnya tidak disebutkan.
Setelah tahun ajaran baru ini, gaji mereka selalu dibayar. Tapi saat para relawan kembali mempertanyakan hak mereka yang tertunda, pihak SPPG tidak memberi kepastian.
“Setau kami, dana operasional dapur kan selalu dibayar dulu oleh BGN untuk 1 periode selama 2 minggu, termasuk amprah gaji relawan. Jadi, dimana hambatannya pun kami gak tau. Gak mungkin kan laporan gaji kami gak dikirim ke BGN,” ketus narasumber.
Sementara, Kepala SPPG Pantai Gemi Alvin Prabowo terkait nasib relawan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan redaksi, konfirmasi awak media yang dikirim via Whatsap-nya, belum dibalas yang bersangkutan.







