Satu unit truk terguling saat melintas di sebuah titi di Dusun Simpang II, Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin, 24 Agustus 2026.
Peristiwa tersebut diketahui dari video yang diunggah melalui akun Facebook Mini Bumi Sinulaki. Dalam rekaman, truk terlihat berada di bawah jembatan dan tercebur ke badan sungai.
Titi yang menjadi lokasi kejadian tampak menggunakan konstruksi kayu. Sejumlah papan pada lantai jembatan terlihat tidak rata dan mengalami kerusakan. Bagian penyangga serta pembatas jembatan juga menggunakan material kayu.
Kondisi tersebut membuat akses di atas titi terlihat sempit dan membutuhkan kehati-hatian bagi kendaraan yang melintas. Jalan menuju jembatan juga tampak belum memiliki permukaan yang baik.
Belum diketahui penyebab pasti truk terguling maupun kondisi pengemudi setelah kejadian. Belum ada keterangan resmi yang memastikan apakah kerusakan titi menjadi faktor dalam peristiwa tersebut.
Kondisi jembatan kini menjadi perhatian warga karena merupakan akses yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap kondisi titi guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa.
Sempat Hendak Dibangun Pemprov

Jembatan kayu yang tampak mengalami kerusakan dan membahayakan. Terlihat sejumlah kayu kelapa digunakan sebagai lantai.
Selain itu struktur jembatan yang sempit membuat kendaraan tidak leluasa melintas dan membahayakan.
Namun warga, tetap menggunakan jembatan tersebut sebagai akses utama untuk menyeberangi sungai sebagai jalur mobilitas manusia dan hasil bumi.
Sebelumnya, pada Sabtu, 27 September 2025 lalu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution sempat meninjau jembatan tersebut.
Pada kunjungannya tersebut, Bobby mengatakan akan membangunnya itu bersama 6 jembatan lainnya di Desa Sei Musam dan Kwala Musam, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat.
Untuk diketahui, pembangunan jembatan tersebut, merupakan bagian dari proyek multi years senilai Rp 2,7 triliun Pemprov Sumut pada 2023. Namun gagal dikerjakan.
Menantu Joko Widodo itu pun sempat mengatakan, pembangunan jembatan direncanakan pada 2026.
Dimana pembangunannya menggunakan skema Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) yang dialihkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat sebagai pelaksana pembangunan.







