Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Langkat, Rina Wahyuni Marpaung, terkesan acuh terkait sorotan realisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Langkat 2025–2029.
Sorotan itu, terkait sejauh mana visi pembangunan “Langkat Maju dan Sehat” diterjemahkan ke dalam program dan kebijakan konkret pemerintah daerah. Khususnya pada sektor pendidikan dan kesehatan.
Sebelumnya, anggota DPRD Langkat, Rahmad Rinaldi menyorotinya melalui artikel “RPJMD Langkat: Antara Visi dan Realisasi Langkat Maju dan Sehat.”
Dalam tulisan tersebut, Rinaldi menyoroti realisasi pelaksanaan pembangunan perguruan tinggi dan rumah sakit type B di Langkat.
Selaku perwakilan rakyat Langkat, Rinaldi mempertanyakan sejauh mana upaya pemerintah Kabupaten Langkat mewujudkan rencana pembangunan tersebut.
Selanjutnya, untuk mendapatkan penjelasan mengenai arah perencanaan dan strategi pemerintah daerah itu. Awak media, kemudian menghubungi Kepala Bappeda Litbang Langkat, Rina Wahyuni Marpaung.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, Rina belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan.
Padahal, Bappeda memiliki peran strategis dalam perencanaan pembangunan daerah. Hal itu termasuk dalam menerjemahkan target RPJMD ke dalam kebijakan, program, serta prioritas pembangunan daerah.
Karena itu, sejumlah pertanyaan mengenai strategi dan roadmap pemerintah daerah dalam merealisasikan target RPJMD 2025–2029 masih belum mendapatkan penjelasan dari Bappeda.
Salah satunya terkait bagaimana agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan layanan kesehatan akan diterjemahkan dalam perencanaan pembangunan serta penganggaran daerah.
Suarain tetap membuka ruang bagi Bappeda Litbang Kabupaten Langkat untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.







