https://suarain.com/category/berita/
BERITA  

Pohon Sawit Tumbang, Warga Pangkalan Susu Tewas Tertimpa

Iklan Pemilu

Pohon kelapa sawit setinggi sekitar 13 meter tumbang dan menghantam sebuah rumah di Desa Paya Tampak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Jumat 15 Mei 2026 malam. Akibat kejadian itu, seorang pria bernama Safrizal (25) meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan teras rumah yang ambruk.

Warga Lorong Pelita, Dusun II Bakti, itu ditemukan tertimbun material bangunan berupa seng, kayu broti, dan pecahan semen di teras rumah milik kerabatnya.

Sebelum kejadian, korban diketahui sedang berada di teras rumah kakak iparnya sambil menunggu pinjaman senter untuk mencari kerbau miliknya yang lepas dari kandang.

Tak lama berselang, terdengar suara dentuman keras bersamaan dengan padamnya listrik PLN. Warga yang keluar rumah mendapati teras rumah telah rata dengan tanah akibat tertimpa batang kelapa sawit.

Warga bersama keluarga korban kemudian melakukan evakuasi secara manual di tengah kondisi gelap. Korban berhasil ditemukan dalam kondisi tertelungkup di bawah reruntuhan bangunan.

Selanjutnya korban dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan menggunakan mobil warga. Namun setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Baca Juga  Peduli Pekerja Informal, Bupati Langkat Bantu Ribuan Penarik Becak dan Ojol
Suasana Rumah Duka di Desa Paya Tampak, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat

Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka robek di bagian pelipis kiri serta memar di bagian punggung dan leher belakang.

Kapolsek Pangkalan Susu AKP Dedi Y. P. Ginting mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 21.15 WIB saat cuaca di lokasi diguyur gerimis dan angin kencang.

“Pohon kelapa sawit yang berada di depan rumah tumbang dan langsung menghantam bagian teras hingga roboh,” ujar AKP Dedi Y. P. Ginting.

Personel Polsek Pangkalan Susu yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Polisi menyebut pohon kelapa sawit yang tumbang diperkirakan telah berusia sekitar 25 tahun. Kondisi akar pohon disebut sudah lapuk dan berjamur sehingga tidak mampu menahan terpaan angin kencang.

Selain menyebabkan korban jiwa, kejadian itu juga mengakibatkan kerusakan pada bagian teras rumah warga. Polisi turut mengamankan sejumlah material reruntuhan sebagai barang bukti.

Usai proses pemeriksaan, jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *