https://suarain.com/category/berita/
BERITA  

Warga Keluhkan Air Keruh, Dirut Tirta Wampu Beberkan Penyebab dan Upaya Perbaikan

Foto kolase air PDAM yang keluar dari Kran rumah warga dan Upaya Perbaikan Yang di Lakukan Pihak PDAM Tirta Wampu hingga 03.00 WIB dini hari, pada Selasa 17 Maret 2026
Iklan Pemilu

Warga Desa Pelawi Selatan, Babalan, Langkat keluhkan kondisi air bersih PDAM Tirta Wampu yang mengalir ke rumah mereka dalam keadaan keruh dan berwarna kecoklatan.

Keluhan ini mencuat setelah video dikirimkan ke redaksi suarain.com, Selasa, 17 Maret 2026.

Dalam video, tampak air yang keluar dari keran berwarna seperti lumpur, sehingga tidak layak digunakan.

Salah seorang warga, Joko menyampaikan kekecewaannya dengan nada geram.

“Manalah ini coba, ini air dari PAM Pangkalan Brandan, luar biasakan,”

Joko mengungkapkan kekesalannya atas air kondisi yang disalurkan ke masyarakat.

“Ya Allah, inilah nih, kalian tengok, Air kayak gini dijual sama masyarakat,” keluhnya.

Berdasarkan keterangan pengirim video, kondisi air keruh ini sudah terjadi dua hari terakhir, tepatnya 16 dan 17 Maret 2026.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PDAM Tirta Wampu, Herman Sukendar, memberikan penjelasan terkait penyebab gangguan tersebut.

Herman menyebutkan terjadi kerusakan pada pompa intake yang terbakar, sehingga menyebabkan terhentinya pengolahan air.

Selain itu, terjadi pula kesalahan teknis (human error), teknisi terlambat menghentikan pompa distribusi.

Baca Juga  Anak Pedagang Bakso di Langkat Lolos Akmil, Kisahnya Bikin Haru

Akibatnya, endapan lumpur yang berada di bak reservoir sempat tersalurkan ke pelanggan.

“Namun tim kita sudah memperbaiki dan mengganti pompa, dan sejak subuh tadi air sudah mulai diproduksi dan didistribusikan,” jelas Herman, Selasa, 17 Maret 2026 sore.

Direktur juga menambahkan proses penggantian pompa selesai sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

PDAM Tirta Wampu meminta masyarakat untuk bersabar karena jaringan perpipaan yang luas menyebabkan proses normalisasi membutuhkan waktu.

“Kalau ada yang belum sampai airnya, ditunggu saja, karena jaringan kita luas. Mungkin masih ada pipa yang belum penuh. Kemungkinan besok sudah normal kembali. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” lanjutnya.

Herman melanjutkan beberapa wilayah seperti Jalan Sutomo sudah mulai kembali normal. Meskipun distribusi air belum merata ke seluruh wilayah Pangkalan Brandan.

Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama di momen penting seperti bulan Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *