https://suarain.com/category/berita/
BERITA  

Tak Kunjung Dapat Kepastian Bantuan, Ribuan Korban Banjir Blokade Jalinsum Aceh–Medan

Iklan Pemilu

Ribuan warga korban banjir bandang November 2025 memblokade Jalan Lintas Nasional (Jalinsum) Aceh–Medan di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Senin, 27 Juli 2026.

Aksi tersebut dilakukan setelah warga mengaku belum memperoleh kepastian terkait penyaluran bantuan pascabanjir yang telah mereka nantikan selama berbulan-bulan.

Pemblokiran jalan mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Sumatera Utara menuju Aceh maupun sebaliknya sempat lumpuh.

Aparat kepolisian bersama unsur terkait langsung melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas sembari membuka ruang dialog dengan massa agar situasi tetap kondusif.

Dalam orasinya, massa mendesak pemerintah segera memberikan kepastian mengenai realisasi bantuan bagi masyarakat terdampak banjir.

Mereka mengaku telah menunggu sejak bencana yang melanda wilayah tersebut pada November 2025.

“Kami tidak meminta yang berlebihan. Kami hanya meminta kepastian atas bantuan yang dijanjikan. Sudah berbulan-bulan kami menunggu, sementara banyak warga masih belum memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar salah seorang perwakilan warga.

Sebelum melakukan pemblokiran jalan, ribuan warga terlebih dahulu menggelar aksi unjuk rasa di Simpang RGM, Kecamatan Besitang.

Baca Juga  Kepala Sekolah SMAN 4 Binjai Pecat Honorer Minta Foto Siswi Pakai Bikini

Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan tuntutan agar pemerintah segera memberikan kejelasan mengenai penyaluran bantuan pascabanjir.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti hadir menemui massa didampingi Kapolres Langkat AKBP Hannry PH Tambunan.

Selain itu, turut hadir Sekretaris Daerah Langkat Amril, unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah. Kemudian perwakilan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Sosial hadir secara daring melalui Zoom.

Meski dialog telah berlangsung, warga mengaku belum memperoleh kepastian mengenai waktu maupun mekanisme penyaluran bantuan.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan hingga akhirnya massa memutuskan memblokade Jalinsum sebagai bentuk protes.

Warga berharap pemerintah segera memberikan solusi konkret agar bantuan bagi korban banjir dapat segera direalisasikan dan masyarakat yang masih terdampak memperoleh kepastian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *