Niat menghadiri undangan klarifikasi pembuktian di Kantor Bupati Langkat berujung petaka bagi Direktur CV Ashab El Kafh, Muhammad Sultan Shafandi. Ia bersama seorang rekannya diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di halaman Kantor Bupati Langkat, Rabu 8 Juli 2026.
Atas peristiwa tersebut, mereka memutuskan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
Laporan pihaknya, tertuang dalam surat bernomor LP/B/419/VII/2026/SPKT POLRES LANGKAT POLDA SUMATERA UTARA.
Sultan mengaku menjadi korban aksi yang menurutnya merupakan tindakan premanisme kepada awak media, di salah satu restoran di Stabat, Sabtu, 11 Juli 2026.
“Waktu itu, kami menghadiri undangan klarifikasi pembuktian dari tim Pokja Pemkab Langkat. Namun kedatangan saya bersama rekan dihadang dan dikeroyok,” jelasnya sembari menunjukan luka dibagian tangan.
Pengusaha muda itu mengaku mendapat perlakukan kasar, dipukuli, yang mengakibatkan wajah dan kepalanya memar serta luka di lengan kanan dan kiri.
Menurut Sultan, pengeroyokan yang dialaminya merupakan upaya yang diduga dilakukan secara sistematis untuk menghalangi keikutsertaan perusahaannya dalam proses tender.
Sultan menduga ada pihak-pihak yang sengaja menghalangi perusahaannya mengikuti klarifikasi pembuktian pada pekerjaan Pembangunan Jaringan Pipa Air Bersih di Kecamatan Stabat.
Menurut Sultan, akibat penghadangan tersebut pihaknya gagal mengikuti tahapan klarifikasi pembuktian. Karena itu, ia menilai kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai keadaan kahar.
“Tindakan penghadangan fisik ini masuk dalam kategori keadaan kahar di luar kendali kemampuan manusia, sebagaimana diatur dalam prinsip-prinsip hukum pengadaan barang/jasa pemerintah,” ujarnya.
Menurut Sultan, tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip pengadaan sebagaimana diatur dalam Pasal 6 Perpres Nomor 16 Tahun 2018 sebagaimana diubah dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2021.
Sementara itu, Komisaris CV Ashab El Kafh, Fatih Raksono menepis anggapan bahwa kehadiran seseorang yang disebut-sebut sebagai orang dekat Plt Bupati berkaitan dengan proses tender.
Fatih mengatakan pihak tersebut datang setelah dihubungi oleh rekan korban untuk memberikan pertolongan.
“Tidak ada hubungan beliau dengan pekerjaan tender yang mau kami hadiri. Kehadirannya karena teman yang turut menjadi korban, menghubunginya agar membantu kami yang sudah tak berdaya” jelas Fatih.







