Tuan Guru Bajang (TGB) menilai pernyataan Permadi Arya alias Abu Janda dalam sebuah video di media sosial berpotensi memprovokasi hubungan antarumat beragama.
Video yang menampilkan Abu Janda berceramah di hadapan jemaat itu diunggah akun Instagram @firmansiagian78, pada Rabu 6 Mei 2026.
“Saya heran saudara Permadi Arya ini tidak habis-habisnya memprovokasi umat Islam dan umat Kristiani. Seakan – akan di Indonesia terjadi penindasan terhadap umat Kristiani,” tulisnya di akun FB pribadi TGB yang dilihat suarain.com, Jumat 8 Mei 2026.
Menurut TGB berdasarkan catatan Kemenag tahun 2025 pertumbuhan gereja di Indonesia yang sangat tinggi.
Tercatat, umat Kristiani di Indonesia berjumlah sekitar 29-31 juta dengan gereja sekitar 82 ribu gereja. Rata-rata 1 gereja melayani 350-400 jemaah.
Sementara, Umat Islam berjumlah sekitar 240 juta dengan masjid sebanyak 315 ribu masjid. Rata-rata 1 masjid melayani 700-800 jemaah.
“Indonesia adalah negara mayoritas muslim dengan jumlah gereja terbanyak di dunia. Selama ini kita hidup harmonis, saling menghormati,” lanjut TGB.
Mantan Gubernur NTB itu mengatakan masalah pasti selalu ada dari waktu ke waktu. Namun selalu dapat diselesaikan dengan baik.
TGB mengungkap kenyataan bahwa sesuatu yang menimpa umat Kristiani di beberapa tempat ketika mendirikan rumah ibadah juga dialami oleh umat Islam di tempat lain.
TGB menegaskan kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi penting persatuan nasional yang harus dijaga bersama.
“Silaturahim, dialog dan penegakan hukum adalah kunci. Kerukunan umat beragama di Indonesia adalah tulang punggung persatuan bangsa. Jangan dipatahkan! Kita semua, apapun agamanya, adalah saudara sebangsa,” tegasnya.
Isi Pernyataan Permadi Arya
View this post on Instagram
Berdasarkan penelusuran suarain.com, video tersebut pertama kali diunggah melalui akun Instagram @permadiaktivis2.
Pada postingannya Permadi menulis bahwa dirinya menjalani rangkaian tur Amerika dari New York sampai ke Los Angeles memenuhi undangan diaspora.
“hari minggu kemarin adalah kesaksian pertama saya di rangkaian tur amerika, dari di new york, ke philadelphia sampe los angeles, atas undangan para diaspora. amerika harus tau kondisi umat kristen di Indonesia. hepi sunday waktu Amerika, hepi monday waktu Indonesia. Father’s Love Church New York,” tulisnya.
Dalam video tersebut, Permadi Arya menyinggung dugaan diskriminasi terhadap umat Kristen di Indonesia dan menyebut potensi konflik sosial jika persoalan itu tidak diselesaikan dengan baik.
Hingga berita ini diterbitkan, Permadi Arya belum memberikan tanggapan tambahan terkait respons TGB.







