Upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Langkat Bupati Langkat, Syah Afandin, menggandeng Universitas Terbuka (UT). Langkah strategis itu terungkap pada pertemuannya dengan Manager Marketing dan Kerja Sama UT, Senin 4 April 2026.
Pertemuan yang berlangsung di ruangan kerja Bupati itu, mengusung agenda utama memperdalam kerja sama strategis di sektor pendidikan. Hal ini sebagai arah baru kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan.
Hal itu guna menjawab tantangan dan keterbatasan akses kuliah bagi masyarakat yang terhalang jarak, waktu, dan biaya.
Manager Marketing dan Kerja Sama UT, Husni Mubarak, memaparkan berbagai program unggulan yang telah berjalan.
Sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel menjadi tulang punggung UT dalam membuka peluang pendidikan bagi masyarakat luas, termasuk di Langkat.
Tak hanya fokus pada akademik, UT juga menunjukkan peran sosialnya. Saat banjir melanda Langkat pada akhir 2025, sebanyak 75 mahasiswa UT asal daerah itu menerima bantuan beasiswa.
Langkah ini menjadi bukti bahwa pendidikan dan kepedulian sosial berjalan beriringan.
Kemudian, pada 8 Mei mendatang. UT akan menyalurkan bantuan sumur bor salah satu mesjid di Kecamatan Tanjung Pura. Tidak hanya itu, pihak kampus akan membagikan 150 set seragam sekolah bagi siswa terdampak bencana.
Di hadapan Bupati, UT juga mengajukan nota kesepahaman (MoU) sebagai fondasi penguatan kerja sama jangka panjang.
Saat ini, jumlah mahasiswa UT di Kabupaten Langkat telah mencapai sekitar 800 orang. Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan sekaligus minat masyarakat terhadap pendidikan fleksibel.
Hadirkan Solusi Perluasan Akses Pendidikan
Menanggapi hal itu, Syah Afandin menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh. Menurutnya, kehadiran UT bukan hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata di tengah kondisi sosial masyarakat.
“Ini bukan sekadar kerja sama pendidikan, tetapi juga kolaborasi kemanusiaan. UT telah menunjukkan komitmen nyata, mulai dari beasiswa hingga bantuan langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Langkat menyetujui rencana MoU tersebut dan berharap kerja sama ini mampu memperluas kesempatan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Lebih jauh, kolaborasi ini diproyeksikan menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia di Langkat.
Pendidikan yang lebih inklusif diharapkan akan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah tantangan geografis dan ekonomi. Langkah ini menjadi sinyal kuat akses pendidikan tak lagi menjadi privilese. Melainkan hak yang dapat dijangkau semua lapisan masyarakat.







