https://suarain.com/category/berita/
BERITA  

Gubernur Sumut Tinjau Jalan Putus di Langkat, Warga: Ini Akses Utama Kami

Iklan Pemilu

‎Jalan utama penghubung antara Kecamatan Hinai dengan Padang Tualang putus diterjang derasnya arus air saat banjir melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Langkat.

Kondisi tersebut, menyita perhatian Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution dan meninjau langsung lokasi jalan putus tersebut, Jumat, 5 Desember 2025.

‎Gubernur tampak mengamati kondisi jalan tersebut. Tak berselang lama Bupati Langkat, Syah Afandin dan Wakil Ketua DPRD Sumut, Ricky Anthony turut tiba di lokasi.

‎Ketiganya tampak berdiskusi serius, terkait langkah yang akan dilakukan untuk memperbaiki gorong-gorong tersebut.

‎Namun disayangkan, usia meninjau dan berdialog dengan Bupati dan Wakil Ketua DPRD Sumut. Bobby dan rombongan beranjak dan menolak untuk diwawancarai wartawan yang telah menunggu.

Akses Utama Mobilitas Warga

Sementara itu, Juriah, warga Dusun VII Paluh Medan, Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, yang berada di lokasi. Menerangkan jalan tersebut telah terputus sejak tujuh hari lalu.

‎”Sudah 7 hari lah jalan ini terputus. Karena arus banjir waktu itu terlalu deras bawahnya terkikis, jadi amblas dan terputus,” kata Juriah warga Dusun VII Paluh Medan, Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Jumat 5 Desember 2025 sore.

‎Menurut Juriah, setelah jalan terputus, warga bersama-sama membangun jembatan darurat secara swadaya.

‎”Jembatan ala kadar lah. Tapi yang hanya bisa melintas sepeda motor saja,” ucap Juriah.

‎Ia menambahkan, memang masih ada jalur alternatif, namun jaraknya jauh dan memakan waktu tempuh lebih lama.

‎”Ada akses atau jalan lain, tapi jauh kita mutar dari Tanjung Pura lalu melintasi Besilam,” ucap Juriah.

‎Akibat banjir, Juriah yang sehari-hari berjualan di rumah terpaksa memindahkan aktivitasnya ke pinggir jalan di dekat gorong-gorong ambles tersebut.

‎”Saya sehari-hari buka jualan kecil-kecilan di rumah. Tapi karena rumah masih tenggelam, jadi jualan di pinggir jalan,” terangnya.

‎Juriah sempat menceritakan ketinggian air yang merendam rumahnya. “Kalau di rumah saya airnya sangat tinggi, hampir menyentuh atap,” sambungnya.

‎Juriah berharap agar pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut yang merupakan akses utama di daerahnya.

‎”Karena jalan ini bisa dibilang jalan utama untuk kesana-kemari. Biar kami masyarakat tidak mutar-mutar. Karena kalau kami mau ke Medan atau ke Stabat, pasti melalui jalan ini,” jelasnya.

‎Terangnya lagi jalan ini juga merupakan trayek angkutan umum, Batang Serangan – Medan atau sebaliknya. Untuk saat ini terpaksa melalui Tanjung Pura.

‎”Dan biasa angkutan umum juga banyak melintas, akibat jalannya putus, sementara tidak ada,” jelasnya lagi.

Baca Juga  Sidak Pasar Baru Stabat, Bupati Langkat Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Idul Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *