Warga Kelurahan Alur Dua, Kecamatan Sei Lepan, Heri Wijaya menuturkan bencana banjir yang merendam 16 dari 23 kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, layak tetapkan sebagai bencana Nasional.
Menurutnya, banjir yang merendam sebanyak 122 ribu KK itu menjadi banjir terbesar sejak tahun 2006 silam.
“Kalau ditetapkan menjadi bencana Nasional menurut saya bisa saja. Karena pada tahun 2006 kemarin gak sampai kayak gini, gak parah kali seperti tahun 2025 ini,” ujar Heri, Senin 1 Desember 2025.
Lanjut Heri, ia pun menceritakan bagaimana mulanya banjir besar ini merendam rumahnya selama 6 hari.
“Ini sudah hari ke-6 wilayah kami masih terendam banjir. Mulanya itu, hujan sangat deras. Namun puncaknya di hari ke-4. Tak lama kemudian datang air, bendungan di Paya Mala pecah bendungannya. Sampai ke pasar banjir tadi,” kata Heri.
Heri pun menjelaskan jika banjir berasal dari aliran Sungai Pelawi. “Kalau rumah saya sebelum surut, sekitar 3 meter tinggi airnya, hampir mendekati seng,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, Heri menambahkan, masyarakat sekitar Kelurahan Alur Dua pun panik. Ada yang menyelamatkan diri ke masjid, ke kantor lurah, dan camat.
“Kalau hari ini debit air sudah mulai surut, udah banyak kurangnya, sekarang sepinggang orang dewasa,” kata Heri.
“Kalau istri dan anak sudah mengungsi, kalau saya mengungsi di kantor lurah,” tambahnya.
Masyarakat Kelurahan Alur Dua khususnya, memohon kepada pemerintah daerah untuk dapat memberikan bantuan berupa sembako dan keperluan masyarakat lainnya.
“Bantuan di kantor lurah ada, tapi ya dicukup-cukupi lah. Sampai hari ini masyarakat masih sangat mengharapkan bantuan pemerintah,” kata Heri.
Meski begitu menurut Heri, sampai saat ini tidak ada korban yang hilang atau meninggal dunia.
“Cuma banyak ternak masyarakat yang mati. Ada 20 ekor kambing dan 5 ekor lembu,” ucap Heri.
Sementara itu, amatan wartawan dibeberapa titik di Kecamatan Sei Lepan, banjir sudah surut.
Namun ada daerah yang masih terendam banjir sepinggang orang dewasa. Seperti Jalan Telaga Said, Kelurahan Alur Dua.
Sementara Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Aceh yang melintasi Kecamatan Gebang hingga Kecamatan Besitang, sudah surut serta bisa dilintasi berbagai macam jenis kendaraan.







