https://suarain.com/category/berita/
BERITA  

Tangis Petani Simalungun Pecah, Ratusan Pohon Pisang Mati Mendadak Diduga Diracun

Iklan Pemilu

Kisah memilukan dialami seorang petani perempuan asal Kecamatan Raya Kahean, Simalungun, Sumatera Utara. Melalui akun TikTok @bebyliza36, Siti Haliza membagikan momen duka saat 600 batang pohon pisang miliknya mendadak mati dalam waktu singkat.

Siti mengunggah curahan hatinya itu pada Rabu, 1 April 2026. Dalam video yang diunggah, Siti Haliza tampak tak kuasa menahan air mata saat memperlihatkan kondisi kebunnya yang sebelumnya hijau dan subur, namun berubah menghitam dan layu.

Siti Haliza mengatakan bahwa kejadian tersebut bukanlah kebetulan. Dirinya menduga dan mencurigai adanya unsur kesengajaan dari pihak yang merasa iri terhadap usahanya.

Kepada suarain.com, Siti menceritakan awal mula kisah pedih yang dialaminya, pada Senin, 6 April 2026 malam.

“Pada hari Sabtu, 28 Maret 2026, saya, suami, dan anak saya pergi liburan ke rumah orang tua. Saat itu kondisi kebun masih sehat, hijau, dan tidak ada penyakit,” ujarnya.

Namun sepulang dari perjalanan pada Senin, 30 Maret 2026, ia dikejutkan dengan perubahan drastis pada kebunnya.

Baca Juga  DPK KNPI Wampu Gelar Pelantikan dan Santuni Anak Yatim

“Sore harinya kami lihat kebun sudah mulai menghitam. Daun muda menghitam, lalu keesokan harinya daun mulai menguning,” katanya.

Merasa ada yang janggal, Siti bersama keluarganya kemudian memeriksa satu per satu batang pohon pisang. Dari hasil pengecekan, mereka menemukan adanya bekas suntikan pada batang tanaman.

“Kami periksa satu-satu, ternyata ada bekas suntikan di batang pohon. Di atas bekas suntikan itu batang membusuk dan daun muda menghitam,” ungkapnya.

Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa tanaman pisangnya telah dirusak secara sengaja. Akibat kejadian ini, Siti Haliza mengaku mengalami kerugian besar karena ratusan pohon pisang yang menjadi sumber penghasilan keluarganya rusak.

Kisah yang dibagikan melalui media sosial itu pun langsung menyita perhatian warganet. Banyak yang menyampaikan simpati sekaligus berharap agar pelaku, jika benar ada unsur kesengajaan, dapat segera terungkap.

Tidak Lapor Polisi, Minim Bukti

Kendati begitu, Siti mengaku kemungkinan besar tidak akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Ia menyebut keterbatasan pemahaman hukum serta minimnya bukti menjadi alasan utama.

Baca Juga  Adli Sembiring Blusukan Di Kampung Ondim

“Sepertinya kami tidak akan lapor polisi, karena kami orang desa kurang paham hukum. Kurangnya bukti membuat kami ragu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bukti yang dimiliki saat ini hanya berupa bekas suntikan di batang pohon pisang serta temuan cairan menyerupai oli di sekitar tanah kebun.

“Bukti yang kami punya hanya bekas suntikan di batang pisang dan sebagian oli di tanahnya. Tanpa adanya saksi, karena memang lokasi kebun lumayan jauh dari pemukiman warga,” tambahnya.

Siti menuturkan, video yang ia unggah ke media sosial semata-mata sebagai bentuk pelampiasan kesedihan atas apa yang dialaminya.

“Saya buat video itu untuk meluapkan kesedihan saya sebagai petani yang tanamannya dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *