https://suarain.com/category/berita/
BERITA  

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Langkat, Minta Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional di Sumatera

Hermansyah, Anggota DPRD Langkat, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Langkat
Iklan Pemilu

Anggota DPRD Langkat, Fraksi PDI Perjuangan, Hermansyah, tegas meminta Presiden Prabowo segera menetapkan status bencana nasional terhadap bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Herman menilai bencana kali menjadi bencana terbesar di Sumatera sejak 20 tahun terakhir. Selain mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia dan hilang. Bencana juga menghancurkan infrastruktur dan pemukiman warga.

Politisi muda yang saat menjabat, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Langkat menyampaikan pernyataannya kepada awak media, Sabtu, 6 Desember 2025 sore, di Stabat.

Menurut Herman, bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Langkat merupakan banjir terbesar yang pernah melanda.

Kerusakan yang ditimbulkannya juga sangat parah. Selain menelan korban jiwa, juga merusak pemukiman warga dan fasilitas pendidikan serta infrastuktur dasar lainnya.

“Untuk itu dibutuhkan penanganan yang menyeluruh. Dengan kemampuan keuangan yang terbatas, tentu ini akan menyulitkan bagi daerah untuk memulihkan keadaan,” ujar Herman.

Kebijakan pemotongan dana Transfer ke Daerah oleh Pemerintah Pusat, menambah keterbatasan kemampuan daerah untuk melakukan penanganan bencana secara menyeluruh, tambahnya.

Baca Juga  Gaji Terancam Turun, Personel Satpol PP Mengadu ke Ketua DPRD Langkat

Selain itu, menurut Herman penetapan Status Bencana Nasional menjadi sangat penting agar upaya penanggulangan pasca turut menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Dengan ditetapkannya bencana di Sumatera menjadi berstatus Bencana Nasional, Pemerintah Pusat akan mengelontorkan sumber daya nasional, termasuk keuangan,” tegasnya.

Dampak Bencana Sumatera, Termasuk Langkat

Banjir Nyaris Menenggelamkan Rumah Warga di Langkat

Bencana banjir  yang melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Langkat, bukan saja merendam 16 kecamatan. Namun juga meluluh lantakan kehidupan warga.

Berdasarkan data update Tim Rekasi Cepat Penanggulangan bencana (TRC PB) Multi Sektor Kabupaten Langkat warga terdampak mencapai 72.358 KK atau 289.432 jiwa. 11 orang meninggal dunia.

10 hari paska banjir, sejak 26 November 2025. Warga kini mulai mulai sakit. Tercatat jumlah pengungsi mencapai 20.270 jiwa. Mereka mengungsi di posko-posko pengungsian dengan sarana prasarana terbatas. Kekurangan air bersih dan obat-obatan.

Tidak hanya itu, selain menelan belasan korban jiwa. Banjir terbesar yang dialami Langkat ini juga mengakibatkan puluhan rumah hilang terseret banjir dan merusak bangunan sekolah.

TRC PB Multi Sektor Kabupaten Langkat mencatat 9 unit rumah di Desa Tualang Kecamatan Brandan Barat hanyut terseret.

Baca Juga  Kepala Sekolah SMA Swasta Dharma Patra Pkl Susu Pecat 3 Pegawai, Pasca Diduga Diperiksa Jaksa

25 rumah di Tangkahan Durian alami rusak berat. Selain itu, 4 rumah di Kecamatan Sawit Seberang alami rusak berat dan roboh.

2 sekolah dasar terdampak banjir alami rusak ringan dan berat, yakni SDN 053994, Sei Tualang dan SDN 058123 Alur Pakis, Tangkahan Durian, Brandan Barat.

Sementara berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis, 4 Desember 2025.

Melaporkan bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), mengakibatkan 836 orang meninggal dunia dan 518 masih hilang.

Untuk saat jasad korban bencana paling banyak ditemukan di Aceh sebanyak 325 orang.

Sementara itu, di Sumut jumlah korban meninggal dunia mencapai 311 orang. Sumbar 200 jiwa meninggal dunia. Selanjutnya, korban hilang di Aceh 170 orang, Sumut 127 orang, dan Sumbar 221 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *