Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Kabupaten Langkat sejak 25 hingga 26 November 2025 akibatkan banjir melanda sejumlah titik di Kecamatan Sei Lepan. Sedikitnya tujuh desa dan kelurahan terdampak banjir dan membuat warga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Adapun wilayah yang terendam banjir yakni Kelurahan Alur Dua dan Kelurahan Alur Dua Baru. Kemudian Desa Harapan Jaya, Desa Harapan Makmur, Desa Harapan Baru, Desa Lama dan Desa Lama Baru.
Di Desa Harapan Baru banjir mengakibatkan akses jalan terputus, pohon tumbang, longsor, dan satu rumah tertimpa.
Banjir dengan ketinggian bervariasi ini membuat sebagian warga dievakuasi ke kantor camat dan puskesmas setempat, sementara sebagian lainnya bertahan di dataran tinggi di desa dan kelurahan masing-masing.
Pihak Kecamatan Sei Lepan telah melaporkan kondisi tersebut kepada Bupati Langkat, melalui BPBD Kabupaten Langkat serta Dinas Sosial Kabupaten Langkat, untuk mendapatkan penanganan darurat secepatnya.
Dalam laporan tersebut, pihak kecamatan meminta bantuan berupa, perahu untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir.
Selain itu Tenda pengungsian dan dapur umum beserta logistik konsumsi. Serta kebutuhan dasar lainnya bagi para pengungsi.
Pihak kecamatan berharap bantuan dapat segera dikirim mengingat kondisi di lapangan semakin mendesak dan masyarakat membutuhkan pertolongan cepat.
Sei Lepan menjadi salah satu kecamatan di kawasan Teluk Aru yang mengalami banjir. Bahkan disebagian tempat warga masyarakat bahu membahu mendirikan dapur umum.







