Ibu-ibu perwiritan menggerebek lokasi yang diduga sarang narkoba di Dusun Pematang Langkat, Desa Pematang Cengal, Tanjung Pura, Langkat, Jumat, 21 November 2025. Aksi memicu kehebohan warga karena para ibu menemukan sejumlah bong dan membakar lokasi tersebut.
Pengerebekan itu bermula sekitar pukul 15.00 WIB, sesaat setelah para ibu selesai mengikuti wirid yasin.
Merasa resah dengan aktivitas haram yang sering terlihat di perkebunan tak jauh dari permukiman. Mereka putuskan untuk turun langsung ke lokasi yang diduga dijadikan tempat aktivitas terlarang.
Sesampainya di lokasi, mereka menemukan peralatan isap sabu (bong) di tempat yang diduga telah lama menjadi markas peredaran narkoba.
Temuan itu menguatkan kekhawatiran warga bahwa para pengguna atau pengedar menjadikan area tersebut sebagai titik kumpul.
Aksi spontan ini memicu perhatian publik. Mereka membakar titik lokasi penemuan bong. Hal itu sebagai bentuk kegeraman mereka.
Hingga awak media menerbitkan berita ini. Warga masih menunggu langkah aparat penegak hukum untuk membersihkan kawasan itu dari aktivitas yang meresahkan.
Merespon aksi berani ibu-ibu perwiritan tersebut, mahasiswa semester akhir di salah satu perguruan tinggi di Medan, Muhammad Ridwan pun angkat bicara.
Ridwan menilai aksi tersebut buntut dari lambatnya tindakan kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika.
”Ini karena aparat Kepolisian lambat bertindak, sehingga timbul kegeraman di masyarakat,” ujarnya.
Mahasiswa berkaca mata itu menilai seharusnya peristiwa tersebut menjadi tamparan bagi aparat kepolisian untuk bertindak tegas.
”Seharus aparat kepolisian benar-benar membuktikan bahwa tidak ada tempat bagi peredaran narkotika di Langkat. Jangan hanya gagah diucapkan saja, buktikan dong, dengan tindakan,” tambahnya geram.
Aksi nekat ibu-ibu ini menjadi sinyal keras bahwa masyarakat tak lagi ingin tinggal diam menghadapi maraknya peredaran narkoba di lingkungan mereka.
Warga semakin berharap aparat segera turun tangan sebelum situasi di lapangan benar-benar di luar kendali.







