https://suarain.com/category/berita/
BERITA  

Warga Sei Bilah Temukan Perempuan Tak Bernyawa di Rumah, Ada Bercak Darah di Tangan

Iklan Pemilu

Warga Kelurahan Sei Bilah, Sei Lepan, Langkat temukan seorang perempuan tanpa suami (janda) tak bernyawa di Gang Meriam, Lingkungan V, Sabtu, 31 Januari 2026.

Peristiwa itupun sontak menyedot perhatian warga dan berkerumun di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan warga Khairiah alias Icik, korban bernama Asnah (71). Dirinya menemukan korban terbaring tak bernyawa, sekitar pukul 10.00 WIB pagi.

Pagi itu, Icik mendatangi rumah korban untuk membawanya berobat ke Rumah Sakit. Namun Icik mendapati pintu rumah terkunci.

Icik memanggil-manggil korban, namun tidak ada sahutan. Hal itupun membuatnya curiga.

Selanjutnya, Icik memanggil adiknya Hamsiah (55). Setiba kembali di rumah korban. Mereka mendapati korban dengan posisi telungkup di ruang tamu, terlihat dari jendela. Dengan rasa khawatir, Icik memanggil warga lain.

“Saat, kakak saya mendobrak pintu, Asnah tidak bergerak, tertelungkup di ruang tamu dengan tangan berdarah- darah,” terangnya.

Icik menerangkan bahwa korban hidup tanpa suami dan anak. Selain itu, korban memiliki riwayat menderita penyakit asam lambung.

Baca Juga  Bangun Jaringan Irigasi Sei Wampu, Menteri PU Gelontorkan Anggran Rp280 Miliar

Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Brandan, Ipda Haris Nalom Opung Sungguh menerangkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan.

“Dari hasil pemeriksaan tubuh korban tidak ditemukan luka tanda-tanda penganiayaan. Korban meninggal karena sakit yang diderita,” terangnya.

Haris menambahkan bahwa bercak darah di tangan korban, diduga muntah korban sebelum meninggal.

Sementara itu, Tim Media UPT Puskesmas Desa Lama Trimala Anita.S.Keb mengatakan sebelumnya korban melakukan pemeriksaan kesehatan dengan tensi darah 180/80.

“Korban selama ini menderita penyakit asam lambung, diperkirakan meninggal sejak subuh antara 4-5 jam sebelum ditemukan,” jelasnya.

Untuk mendapatkan kepastian, Pihak kepolisian berniat membawa jasad korban ke RS Bhayangkara untuk di autopsi.

Namun pihak keluarga keberatan dan menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *