Pengurus Cabang dan Komisariat Himpunan Mahasiswa Langkat (HIMALA) Indonesia menolak pelaksanaan Mubes HIMALA Indonesia ke VII. Musyawarah yang belum sempat dibuka secara resmi itu pun berakhir ricuh.
Kegiatan yang digelar di Jentera Malay, Rumdis Bupati Langkat, Stabat, Selasa 26 Agustus 2025 dinilai cacat organisasi.
Pasalnya, mereka menemukan adanya SK Pengurus Komisariat dan Cabang yang dinilai bodong, hasil rekayasa sepihak Ketua PB HIMALA Indonesia Wahyu Hidayat alias Wahid tanpa melewati tahap mekanisme organisasi.
”Ada 9 SK Pengurus Komisariat diterbitkan tanpa mekanisme organisasi, terlebih tanpa tangan saya selaku sekretaris PB HIMALA Indonesia,” tegas Wahyu Ridhoni.
Dari pantauan tidak terlihat kehadiran Ketua PB HIMALA, di pembukaan Mubes tersebut. Hal itu semakin membuat pengurus HIMALA lainnya berang.
Anggota HIMALA Indonesia lainnya, Thierry Fahrezi menilai Wahyu Hidayat memanfaat HIMALA Indonesia hanya untuk kepentingan pribadinya.
”Dari awal dia (Wahyu Hidayat) tidak hadir di sini. Hal itu membuktikan bahwa dia adalah orang tidak bertanggung jawab terhadap organisasi,” ujarnya.
Setelah melakukan diskusi bersama para anggota lainnya. Pengurus Cabang dan Komisariat HIMALA Indonesia sepakat menolak pelaksanaan Mubes Ke VIII.
Mereka juga meminta kepada Ketua Dewan Pembina, Syah Afandin sekaligus Bupati Langkat untuk tidak menerima hasil Mubes HIMALA Indonesia yang dilakukan sepihak oleh Wahyu Hidayat.







