Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah, Ini Tata Cara, Niat dan Jadwalnya

Bulan Zulhijah terdapat dua puasa sunnah, yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah. Berikut panduannya.

ilustrasi puasa (foto :istockphoto.com/id/vektor/keluarga-muslim)

Suarain.com – Pada bulan Zulhijah terdapat dua puasa sunnah, yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah. Bagaimana caranya menjalankan keduanya? Berikut panduannya.

Puasa Tarwiyah dan Arafah dilakukan pada bulan Zulhijah, saat bulan haji. Puasa Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Zulhijah, sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah.

Menurut Baznas, puasa Tarwiyah menjadi awal dari rangkaian ibadah haji. Para jemaah haji mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan wukuf di Arafah. Puasa Arafah mengandung makna penambahan kekuatan fisik dan spiritual bagi para jamaah haji sebelum melaksanakan rukun haji. Puasa Tarwiyah juga dianggap dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.

Orang yang menjalankan puasa Tarwiyah dijanjikan pahala, sebagaimana yang didapatkan Nabi Ayub. Hal ini didasarkan pada riwayat Abu Hurairah dalam kitab Nuzhah Al-Majalis wa Muntakhab Al-Nafais.

“Barangsiapa berpuasa pada hari Tarwiyah, maka Allah akan memberikan pahala seperti pahala kesabaran Nabi Ayub Alaihissalam atas musibahnya. Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala Nabi Isa Alaihissalam,”.

Sementara puasa Arafah dilakukan bersamaan dengan wukuf para jemaah haji di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, atau satu hari sebelum Idul Adha. Bagi yang menjalankan puasa Arafah, akan diampuni dosa-dosa kecil selama dua tahun. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Muslim.

“Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang. Dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharam) menghapus dosa setahun yang lalu,” (HR Muslim no.1162)

Berikut panduan dan tata cara menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah:

  1. Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Sebelum menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah, penting untuk mengetahui doa niat puasanya. Sebab, tanpa niat, amalan tersebut tidak akan diterima.

Berikut doa niat puasa Tarwiyah:

“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta ala. (Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta ala”

Adapun Niat puasa hari Arafah sebagai berikut:

”Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta ala. (Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta ala”.

  1. Sahur

Sahur bukan hanya tentang makan dan minum, tetapi juga merupakan amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Menurut Yusuf Qardhawi, sahur adalah makanan yang dikonsumsi antara pertengahan malam hingga fajar. Sahur bertujuan untuk memberikan kekuatan tubuh kepada orang berpuasa, agar dapat menahan lapar dan haus.

Di antara berkah sahur adalah memberikan asupan tubuh dan rohani dengan amalan zikir, istighfar, dan doa pada waktu yang penuh berkah itu karena saat tersebut adalah waktu turunnya rahmat.

“Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah,” (HR Bukhari).

  1. Menahan Amarah dan Perbuatan Tercela

Menahan dan menjaga diri dari segala hal yang dapat membatalkan ataupun mengurangi pahala puasa, seperti bertengkar, berbohong, berkata buruk, dan gosip (gibah).

  1. Berbuka Puasa

Bersegeralah untuk berbuka ketika azan magrib berkumandang, sambil membaca doa berbuka puasa.

“Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmatMu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang,”.

Demikianlah panduan lengkap puasa Tarwiyah dan Arafah. Semoga kita semua mendapatkan hikmah dari menjalankan ibadah kedua puasa sunnah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *